Langsung ke konten utama

Intelektual itu dimiliki oleh siapapun, termasuk Kamu !

Kemampuan intelektual adalah sebuah kemampuan dimana sistem otak kita bekerja untuk mengembangkan , menalar, berpikir dalam suatu informasi yang kita dapat.
Saya yakin setiap individu memang memiliki kemampuan intelektual. Namun yang membedakan individu yang ber-intelek dan individu tidak ber-intelek. Pertama, individu yang mau  berusaha dalam pencapaian intelektualnya tersebut, mengembangkan daya nalarnya dengan mengasah terus pemikirannya, misal berdiskusi dengan forum atau mengkaji isu-isu sosial-politik yang sedang berkembang dan mencari titik temu untuk memecahkan problematika masalah tersebut dll. Kedua, individu yang acuh tak acuh terhadap masalah sosial menjadikan dirinya enggan berpikir, apalagi mengembangkan isu-isu, bahkan tak pernah berpikir mencari solusi.
Apalagi yang sudah memasuki tahap "maha"siswa yang seharusnya memang dituntut untuk menjadi akademisi yang ber-intelektual tinggi. Namun dalam realita yang terjadi pada kehidupan mahasiswa adalah sebuah tindak tanduk rasa malas untuk mencoba berpikir terhadap masalah bangsanya, terjadi sikap enggan mengembangkan kemapuan nalarnya, serta kurang pekanya kaum intelektual dalam kampus itu memang menjadi problematika terhadap idealisme mahasiswa saat ini. Padahal menurut seorang pahlawan bangsa kita ini mengatakan;
 "Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda"-Tan Malaka.
Intelektual itu seperti sebuah pisau yang bersifat dan memiliki fungsi tajam, namun apabila tidak pernah di asah maka akan hilang pula sifat dan fungsi yang sebenarnya dan apabila berfungsi pun tak akan tajam seperti "pisau sebenarnya". Begitu pula daya nalar atau kemampuan intelektual kita tak akan pernah berkembang tanpa kita mengasah pemikiran kita, kita tak akan pernah tahu kemampuan intelektual kita sampai dimana apabila tak pernah mencoba. Kita perlu mengasah pemikiran kita agar lebih melihat cakrawala teelalu banyak pengetahuan yang ada diluar sana, tak dapat sendiri dalam mengasahnya harus selalu bertukar pikiran dalam setiap informasi serta problematika.
Kritik tanpa bertindak, Kritik tanpa solusi, dan Berpikir tanpa melihat takan merunbahan apapun , karena itu kita harus menjadi intelektual yang berani mencoba bergerak dalam sebuah pergerakan yang nyata dan memberikan solusi terbaik dalam setiap masalah.                                                                                                                                                                                  ***
 MHT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ASIAN GAMES 2018 (bukan Asean Games)

Pembukaan Asian Games yang berlangsung pada 18 Agustus 2018 kemarin di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta ini menjadi salah satu perhatian dunia internasional. Acara pembukaan yang spektakuler tersebut mendapatkan banyak pujian dari berbagai kalangan. Hal-hal menakjubkan ditampilkan di acara yang baru saja digelar kemarin, dimulai dari aksi Presiden Republik Indonesi (RI) Joko Widodo yang datang menggunakan moge ke GBK, penampilan 4000 penari, tata panggung yang indah, pesta kembang api dan masih banyak lagi yang membuat kita terpana melihatnya.
Ada banyak banget pujian yang diberikan atas pertunjukkan spektakuler pembukaan Asian Games 2018 tersebut, namun ada juga kritikan yang menjadi perbincangan untuk obrolan politik saling menyerang. Dari berbagai ucapan selamat, terharu, bangga, kritikan yang mewarnai suasana pembukaan Asian Games 2018 di timeline media sosial. Ada satu hal yang bikin “gemas” karena perebutan satu huruf saja yaitu masih banyak yang salah nulis Asian Games me…

5 Alasan Harus Nonton Along With the Gods 2: The Last 49 Days!

Bagi yang sudah pernah menonton film Along With The Gods: The Two Worlds pada awal 2018 lalu di Indonesia, pasti penasaran dengan kelanjutan cerita yang berlatarkan kehidupan di alam baka ini. Sebuah film yang menceritakan mengenai seorang pemadam kebakaran Kim Ja Hong (Cha Tae Hyun) yang meninggal saat bertugas dan akhirnya menjadi salah satu jiwa mulia. Pemadam kebakaran ini ditemani oleh tiga malaikat pelindung, Gang Rim (Ha Jung Woo), Hae Won Mak (Ju Ji Hoo), dan Doek Choon (Kim Hyang Gi) untuk melewati berbagai pengadilan di alam baka.

Setelah sukses dengan film Along With The Gods: The Two Worlds yang sudah ditonton oleh 14 juta penonton tersebut. Film kedua besutan sutradara Kim Yong Hwa dilansir dari Soompi (14/8) sudah menembus angka 10,002,058 juta penonton di Korea dalam waktu 2 minggu. 

Tepatnya pada bulan ke delapan ini film Along With the Gods 2: The Last 49 Days atau Along With The Gods part II sudah mulai tayang di Korea Selatan sejak tanggal 1 Agustus 2018. Sementara i…

Isu SARA, Siap-Siap Media Sosial Akan Gaduh!

Pertarungan politik antara Jokowi dan Prabowo pada tahun 2014 lalu, akhirnya akan terulang kembali pada Pilpres tahun 2019 nanti. Hal ini dibuktikan saat keduanya resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon presiden. 

Tahun ini Joko Widodo dan Prabowo Subianto memberikan kejutan dalam menentukan sebuah keputusan politiknya. Seperti yang kita ketahui, akhirnya Jokowi resmi memilih Ma’Ruf Amin dan Prabowo resmi memilih Sandiaga Uno. Hal tersebut membuat pemberitaan di media ramai dan banyak pro-kontra atas keputusan tersebut.
Sebelum diputuskannya calon wakil presiden masing-masing, pada umumnya sosok yang digadang-gadang di mediaadalah sosok yang berbeda dengan hasil keputusan akhir. Nama yang muncul di pemberitaan media adalah Mahfud Md dan AHY, namun akhirnya nama-nama tersbut hanya muncul di permukaan saja.
“Pada Akhirnya Yang Digadang-Gadang, Akan Kalah Dengan Kepentingan Partai Politik”.
Kepentingan partai politik akhirnya menjadi penentu keputusan politik akhir dari Jokowi dan Prabow…