Langsung ke konten utama

Aku dan BEM KEMA UNPAD


 Aku dan Bem Kema Unpad, mungkin sepeti sebuah alunan lagu yang saling melengkapi dalam dinamika sosial-politik yang harus dijalani di tataran kampus Universitas Padjadjaran.
Aku hanyalah mahasiswa biasa program studi S1, yang melanjutkan pendidikan tepatnya di jurusan Ilmu Politik Fisip Unpad. Aku pun bukan seorang intelektual handal yang membawa sejarah prestasi yang ada dipundakku, hanyalah mahasiswa yang sedang mencari apa yang menjadi potensinya untuk bekal di “kehidupan nyata” nanti atau yang sering disebut orang masa transisi. Hanya berbekal restu orang tua, semangat, serta tekad kuat untuk melangkah maju berkontribusi untuk sesama. Aku memang tak punya masa lalu yang bisa aku banggakan kepada banyak orang, namun aku masih mempunyai masa depan untuk membuat kehidupan lebih baik dengan kolaborasi bersama BEM KEMA UNPAD.
Bem Kema Unpad, menurutku sebuah lembaga eksekutif kampus yang cocok sebagai ajang mengembangkan setiap individu yang sedang berjuang dalam banyak pembelajaran. Lembaga dimana setiap individu saling bertukar pikiran atau mengumpulkan ide-ide untuk Unpad dan Indonesia yang lebih baik. Bem Kema Unpad adalah salah satu wadah untuk merangkul 16 fakultas yang berbeda-beda ideologinya, lembaga yang mempererat ikatan kekeluargaan dalam satu almamater Universtas Padjadjaran.
Pada realitas yang terjadi saat ini, banyak individu yang berkeinginan dan mempunyai indeks yang tinggi dalam ruang akademik, namun sedikit yang berani mencoba dan bertindak. Saya mungkin sudah selangkah didepan mereka yang masih berkeinginan namun belum bertindak, karena keyakinan dalam suatu keputusan adalah sebuah proses. Karena proses itu penting dalam sebuah tujuan, walau hasil tak selalu menguntungkan, setidaknya ada pembelajaran yang bisa diambil. Langkah saya memilih Bem Kema Unpad ini adalah pilihan saya.
Oleh karena itu,Aku dan Bem Kema Unpad, mungkin saya bukan perangkai kata yang hebat tetapi apabila kita berkolaborasi dengan tanggung jawab yang akan saya hinggapi nantinya. Saya akan bertanggung jawab penuh serta totalitas mengabdi untuk Unpad dan Indonesia, serta menjalankan setiap program kerja semaksimal mungkin untuk menjadikan Unpad dan Indonesia lebih berkembang.  Karena, Aku dan Bem Kema Unpad adalah alunan lagu yang saling melengkapi dalam dinamika sosial-politik yang harus dijalani di tataran kampus Universitas Padjadjaran. Alunan lagu yang terus berusaha terdengar “sempurna” dan  berusaha untuk mengalunkan lagu yang dapat dirasakan oleh setiap elemen yang ada di kampus Universitas Padjadjaran.
Aku-Kamu-Kita

#SalamSatUnpad

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bayar Airbnb pakai Jenius

Menjelajahi lingkungan baru di dunia adalah salah satu impian gue. Berlibur melihat betapa luasnya dunia dengan berbagai perbedaan budaya yang menambah pesona dari setiap tempat baru yang bisa gue kunjungi.
Jalan-jalan ke luar negeri untuk mahasiswa/orang yang baru lulus kuliah pasti harus mikirin gimana caranya transaksi tanpa kartu kredit. Gue adalah salah satunya karena berencana liburan ke luar negeri, tapi perlu mikirin banyak transaksi yang harus menggunakan kartu kredit. 
Beberapa waktu lalu, gue kebingungan saat berencana pesan penginapan di Airbnb untuk akomodasi di negara tujuan. Soalnya pakai Airbnb jauh lebih murah menurut versi gue dan kawan-kawan. Gue bingung gimana cara bayar Airbnb karena enggak punya kartu kredit. Bayar Airbnb hanya bisa menggunakan Visa dan Paypal. Waktu itu gue berharap punya teman baik hati yang punya kartu kredit dan dengan sukarela meminjamkannya. Sayangnya, temen-temen deket gue pada belum punya cc/credit card.
Gue gak nyerah gitu aja, setelah cari…

ASIAN GAMES 2018 (bukan Asean Games)

Pembukaan Asian Games yang berlangsung pada 18 Agustus 2018 kemarin di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta ini menjadi salah satu perhatian dunia internasional. Acara pembukaan yang spektakuler tersebut mendapatkan banyak pujian dari berbagai kalangan. Hal-hal menakjubkan ditampilkan di acara yang baru saja digelar kemarin, dimulai dari aksi Presiden Republik Indonesi (RI) Joko Widodo yang datang menggunakan moge ke GBK, penampilan 4000 penari, tata panggung yang indah, pesta kembang api dan masih banyak lagi yang membuat kita terpana melihatnya.
Ada banyak banget pujian yang diberikan atas pertunjukkan spektakuler pembukaan Asian Games 2018 tersebut, namun ada juga kritikan yang menjadi perbincangan untuk obrolan politik saling menyerang. Dari berbagai ucapan selamat, terharu, bangga, kritikan yang mewarnai suasana pembukaan Asian Games 2018 di timeline media sosial. Ada satu hal yang bikin “gemas” karena perebutan satu huruf saja yaitu masih banyak yang salah nulis Asian Games me…

5 Alasan Harus Nonton Along With the Gods 2: The Last 49 Days!

Bagi yang sudah pernah menonton film Along With The Gods: The Two Worlds pada awal 2018 lalu di Indonesia, pasti penasaran dengan kelanjutan cerita yang berlatarkan kehidupan di alam baka ini. Sebuah film yang menceritakan mengenai seorang pemadam kebakaran Kim Ja Hong (Cha Tae Hyun) yang meninggal saat bertugas dan akhirnya menjadi salah satu jiwa mulia. Pemadam kebakaran ini ditemani oleh tiga malaikat pelindung, Gang Rim (Ha Jung Woo), Hae Won Mak (Ju Ji Hoo), dan Doek Choon (Kim Hyang Gi) untuk melewati berbagai pengadilan di alam baka.

Setelah sukses dengan film Along With The Gods: The Two Worlds yang sudah ditonton oleh 14 juta penonton tersebut. Film kedua besutan sutradara Kim Yong Hwa dilansir dari Soompi (14/8) sudah menembus angka 10,002,058 juta penonton di Korea dalam waktu 2 minggu. 

Tepatnya pada bulan ke delapan ini film Along With the Gods 2: The Last 49 Days atau Along With The Gods part II sudah mulai tayang di Korea Selatan sejak tanggal 1 Agustus 2018. Sementara i…