Getaran Angin

     Saat itu, sore hari terlihat dua orang gadis duduk di atas bukit, bukit yang berada di depan danau yang sedang sibuk dengan orang-orang yang berlatih dengan perahu karetnya serta terlihat pula menjulangnya apartemen di depan mata. Dan ada seorang gadis duduk dibelakang mereka memandangi semuanya dari barisan paling belakang, yaps itu aku. Dengan getaran angin di sore hari bersama suara kicauan burung yang menyejukan hati. Akhirnya bisa ku rasakan kembali setelah liburan panjang semester . Tak banyak kegunaanku saat liburan, tak ada pula waktu yang berkesan di liburan ini. Hanya dapat bersyukur atas segala nikmat yang telah diberkan-Nya sampai saat ini berada di tempat yang penuh dengan ketenangan ini. Mungkin hanya menunguu senja yang dapat kulakukan saat-saat waktu seperti ini. 
     Getaran angin yang kurasa, semakin terasa kencang bersamaan dengan waktu menunjukan hari sudah semakin sore. Ketenangan tempat ini pun semakin membuatku nyaman akan indahnya alam yang berada di sekitarku. Walaupun hidup tak boleh seperti mengikuti arah angin, namun aku tetap merasa sejuk dibuatnya saat ini.
    Entah akan ada senja yang terlihat dari tempatku duduk saat ini ataupun tidak, karena ada awan hitam yang datang secara tiba-tiba dan mulai menutupi awan cerah yang sebelumnya menerangi tempat ini. Mungkin senja tak akan terlihat sore ini, aku harus menunggu di lain hari saat tak ada awan hitam . Namun aku tetap menikmati hadirnya diriku di pinggir danau dengan ditemani getaran angin serta kicauan suara burung yang bekicau.

Comments

Popular posts from this blog

Bayar Airbnb pakai Jenius

Jalan-Jalan ke Bangkok 2019 (Part 1 + Itinerary + Budget)

Jalan-Jalan ke Bangkok 2019 (Part 2: Museum Erawan, Wat Arun, Khao San, Platinum Mall dan Asiatique)