Langsung ke konten utama

Keberanian Pemuda, Keberanian Berpolitik

Generasi baru selalu membawa harapan untuk membangun Indonesia,
saatnya generasi muda berani berpolitik!”.

            Generasi baru Indonesia pada era kontemporer ini, merupakan sebuah harapan dalam membangun dan menyelamatkan Negara yang telah diperjuangkan oleh para pemuda pada sejarah kemerdekaan terdahulu. Negara yang saat ini telah karut-marut oleh dinamika politik yang dibangun oleh generasi yang sedang memimpin bangsa, sudah saatnya dibenahi oleh generasi baru yaitu genarasi muda.
            Peran pemuda Indonesia sangat penting untuk melakukan perubahan, dikarenakan genarasi muda yang nantinya akan menjadi pemimpin masa depan dalam meneruskan perjuangan bangsa ini menjadi negara yang harmonis dan bersinergi dalam satu kesatuan Republik Indonesia.
            Dalam melanjutkan perjuangan Negara yang sedang berkembang dan mencari jati diri bangsa seperti Indonesia, perlu disadari bahwa politik merupakan salah satu unsur utama dalam melakukan perubahan. Tetapi faktanya, banyak orang yang tidak suka berpolitik dan menganggap politik adalah sebuah hal yang negatif.
            Politik yang kurang diminati oleh generasi muda, di karenakan para politikus mempertontonkan kebobrokan dan kemundurannya dalam zona politik Indonesia yang berdampak terhadap kerugian rakyat. Seperti, semakin merajalelanya korupsi dari kelas aparatur desa hingga politikus tingkat nasional yang menyebabkan kerugian anggaran negara yang digunakan untuk kepentingan pribadi.
            Politik menjadi suatu hal yang “negatif”, karena sedikitnya politikus yang memiliki visi-misi yang baik, dan lebih banyak yang tenggelam dalam budaya politik kotor yang hanya mementingkan kekuasaan. Padahal seyogyanya, politikus adalah pelayan publik yang mementingkan kepentingan bangsa dan negara dengan praktek politik ataupun kebijakan-kebijakan yang pro rakyat.
Oleh karena itu politik sampai saat ini menjadi suatu hal yang tidak disukai banyak orang. Namun, kebanyakan orang hanya bisa mengkritik dari luar tanpa terjun langsung kedalam dunia politik. Mengkritik memang sangat baik, tetapi akan lebih sangat baik apabila terjun dan ikut berjuang untuk memperbaiki perpolitikan Indonesia. Dengan berpolitik bersih kita dapat membangun bangsa yang harmonis dan bersinergi dari setiap elemen bangsa. 

Indonesia memiliki banyak masalah bukan karena semata banyak orang jahat, tetapi karena orang-orang yang ada hanya diam dan mendiamkan kejahatan terjadi”.
-Anies Baswedan

Politik merupakan salah satu pilar untuk melakukan perubahan, oleh karena itu dibutuhkan banyak generasi muda yang berani berpolitik. Politikus yang jujur, bersih, dan melayani masyarakat. Karena berpolitik bukan hanya tentang kekuasaan, tetapi sebagai perjuangan nilai keadilan, kesejahteraan, kesatuan serta bersinergi dengan setiap elemen bangsa dalam membangun Indonesia. Keberanian merupakan langkah awal dalam sebuah perubahan, dalam berpolitik dibutuhkan sinergi antara nurani dengan kejujuran karena dalam dunia politik akan banyak godaan, tantangan serta ancaman bagi generasi muda.
Tetap untuk Indonesia yang makmur dan sejahtera.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ASIAN GAMES 2018 (bukan Asean Games)

Pembukaan Asian Games yang berlangsung pada 18 Agustus 2018 kemarin di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta ini menjadi salah satu perhatian dunia internasional. Acara pembukaan yang spektakuler tersebut mendapatkan banyak pujian dari berbagai kalangan. Hal-hal menakjubkan ditampilkan di acara yang baru saja digelar kemarin, dimulai dari aksi Presiden Republik Indonesi (RI) Joko Widodo yang datang menggunakan moge ke GBK, penampilan 4000 penari, tata panggung yang indah, pesta kembang api dan masih banyak lagi yang membuat kita terpana melihatnya.
Ada banyak banget pujian yang diberikan atas pertunjukkan spektakuler pembukaan Asian Games 2018 tersebut, namun ada juga kritikan yang menjadi perbincangan untuk obrolan politik saling menyerang. Dari berbagai ucapan selamat, terharu, bangga, kritikan yang mewarnai suasana pembukaan Asian Games 2018 di timeline media sosial. Ada satu hal yang bikin “gemas” karena perebutan satu huruf saja yaitu masih banyak yang salah nulis Asian Games me…

5 Alasan Harus Nonton Along With the Gods 2: The Last 49 Days!

Bagi yang sudah pernah menonton film Along With The Gods: The Two Worlds pada awal 2018 lalu di Indonesia, pasti penasaran dengan kelanjutan cerita yang berlatarkan kehidupan di alam baka ini. Sebuah film yang menceritakan mengenai seorang pemadam kebakaran Kim Ja Hong (Cha Tae Hyun) yang meninggal saat bertugas dan akhirnya menjadi salah satu jiwa mulia. Pemadam kebakaran ini ditemani oleh tiga malaikat pelindung, Gang Rim (Ha Jung Woo), Hae Won Mak (Ju Ji Hoo), dan Doek Choon (Kim Hyang Gi) untuk melewati berbagai pengadilan di alam baka.

Setelah sukses dengan film Along With The Gods: The Two Worlds yang sudah ditonton oleh 14 juta penonton tersebut. Film kedua besutan sutradara Kim Yong Hwa dilansir dari Soompi (14/8) sudah menembus angka 10,002,058 juta penonton di Korea dalam waktu 2 minggu. 

Tepatnya pada bulan ke delapan ini film Along With the Gods 2: The Last 49 Days atau Along With The Gods part II sudah mulai tayang di Korea Selatan sejak tanggal 1 Agustus 2018. Sementara i…

Isu SARA, Siap-Siap Media Sosial Akan Gaduh!

Pertarungan politik antara Jokowi dan Prabowo pada tahun 2014 lalu, akhirnya akan terulang kembali pada Pilpres tahun 2019 nanti. Hal ini dibuktikan saat keduanya resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon presiden. 

Tahun ini Joko Widodo dan Prabowo Subianto memberikan kejutan dalam menentukan sebuah keputusan politiknya. Seperti yang kita ketahui, akhirnya Jokowi resmi memilih Ma’Ruf Amin dan Prabowo resmi memilih Sandiaga Uno. Hal tersebut membuat pemberitaan di media ramai dan banyak pro-kontra atas keputusan tersebut.
Sebelum diputuskannya calon wakil presiden masing-masing, pada umumnya sosok yang digadang-gadang di mediaadalah sosok yang berbeda dengan hasil keputusan akhir. Nama yang muncul di pemberitaan media adalah Mahfud Md dan AHY, namun akhirnya nama-nama tersbut hanya muncul di permukaan saja.
“Pada Akhirnya Yang Digadang-Gadang, Akan Kalah Dengan Kepentingan Partai Politik”.
Kepentingan partai politik akhirnya menjadi penentu keputusan politik akhir dari Jokowi dan Prabow…