Langsung ke konten utama

ASIAN GAMES 2018 (bukan Asean Games)

Sumber Poto: https://en.mehrnews.com/photo/136896/2018-Asian-Games-opening-ceremony-highlights

Pembukaan Asian Games yang berlangsung pada 18 Agustus 2018 kemarin di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta ini menjadi salah satu perhatian dunia internasional. Acara pembukaan yang spektakuler tersebut mendapatkan banyak pujian dari berbagai kalangan. Hal-hal menakjubkan ditampilkan di acara yang baru saja digelar kemarin, dimulai dari aksi Presiden Republik Indonesi (RI) Joko Widodo yang datang menggunakan moge ke GBK, penampilan 4000 penari, tata panggung yang indah, pesta kembang api dan masih banyak lagi yang membuat kita terpana melihatnya.

Ada banyak banget pujian yang diberikan atas pertunjukkan spektakuler pembukaan Asian Games 2018 tersebut, namun ada juga kritikan yang menjadi perbincangan untuk obrolan politik saling menyerang. Dari berbagai ucapan selamat, terharu, bangga, kritikan yang mewarnai suasana pembukaan Asian Games 2018 di timeline media sosial. Ada satu hal yang bikin “gemas” karena perebutan satu huruf saja yaitu masih banyak yang salah nulis Asian Games menjadi Asean Games/SEA GamesMasalahnya bukan hanya satu atau dua orang yang salah nulis kata tersebut, ada banyak sampai detik ini. Hiks! Bahkan ada yang dipake buat obrolan politik dan pemberitaan media dengan nulis Asean Games. Lol.

Di antara ucapan-ucapan yang ditulis oleh netizen di akun pribadinya. Ada beberapa yang menulis seperti ini:

“kalo inget betapa megahnya pembukaan Asean Games kemarin, enggak heran sih ...”

“Liat opening ceremony asean games berasa liat piala dunia bukan sih, kameranya jernih banget...”

"... dari kerennya opening ceremony asean games semalem adalah..."

Kalimat-kalimat di atas itu adalah berbagai ungkapan tentang acara yang digelar pada 18 Agustus 2018 kemarin. Hal ini bikin bingung pembaca dan jadinya kan "gemas". Jadi berasa kita ada di sebuah acara yang berbeda, karena Asian Games dan Asean Games itu serupa tapi tak sama. Yang perlu kita tahu bersama kalo Asean Games itu enggak ada, yang ada SEA Games. Antara Asian Games dan SEA Games emang memiliki kesamaan yaitu sama-sama sebuah acara olahraga untuk mempererat hubungan antar negara dengan ruang lingkup yang berbeda tentunya.

Kalo misalkan emang awalnya mengira enggak ada bedanya antara keduanya karena hanya beda satu huruf antara Asian dan Asean. Enggak apa-apa kok, bukan sebuah kejahatan tapi mulai sekarang perlu kita bedakan supaya enggak ada salah persepsi. 
Jadi, bedanya Asian Games dan SEA Games adalah:

1. Asian Games

Asian Games merupakan pesta olahraga Asia yang sudah diselenggarakan sejak tahun 1951. Acara ini diadakan setiap empat tahun sekali sebagai salah satu agenda untuk mempererat hubungan antar negara-negara di benua Asia.

Indonesia sendiri sampai saat ini sudah kedua kalinya menjadi tuan rumah Asian Games. Pertama pada tahun 1962 yaitu Asian Games ke-4 dan tahun 2018 ini Asian Games ke-18 yang diselenggarakan di dua kota yaitu Jakarta dan Palembang. 

Pada Asian Games 2018 ini ada 45 anggota Dewan Olimpiade Asia yanga berpartisipasi dalam acara ini. Jumlah cabang olahraga dalam Asian Games 2018 sebanyak 32 cabang olahraga olimpiade dan 8 cabang olahraga non olimpiade.

2. Asean Games/SEA Games

Asean Games pada dasarnya bukanlah sebuah acara olahraga lainnya, karena emang enggak ada istilahnya Asean Games. Tetapi masih ada SEA Games singkatan dari South East Asian Games atau Pesta Olahraga Asia Tenggara yang sudah ada sejak tahun 1959. Acara ini diselenggarakan setiap dua tahun sekali sebagai salah satu agenda untuk mempererat hubungan antar negara-negara di Asia Tenggara.

Indonesia sudah empat kali menjadi tuan rumah SEA Games. Pada tahun 1979, 1987, 1997 dan 2011. Pada acara SEA Games tahun 2017 kemarin ada 38 cabang olahraga yang dipertandingkan.

Jadi ingat tahun 2018 ini Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games ke-18 yang akan berlangsung sejak 18 Agustus-2 September 2018.

Asian Games bukan Asean Games✌
"Ingat pake -i- bukan pake -e- yaaaa" hehe.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Alasan Harus Nonton Along With the Gods 2: The Last 49 Days!

Bagi yang sudah pernah menonton film Along With The Gods: The Two Worlds pada awal 2018 lalu di Indonesia, pasti penasaran dengan kelanjutan cerita yang berlatarkan kehidupan di alam baka ini. Sebuah film yang menceritakan mengenai seorang pemadam kebakaran Kim Ja Hong (Cha Tae Hyun) yang meninggal saat bertugas dan akhirnya menjadi salah satu jiwa mulia. Pemadam kebakaran ini ditemani oleh tiga malaikat pelindung, Gang Rim (Ha Jung Woo), Hae Won Mak (Ju Ji Hoo), dan Doek Choon (Kim Hyang Gi) untuk melewati berbagai pengadilan di alam baka.

Setelah sukses dengan film Along With The Gods: The Two Worlds yang sudah ditonton oleh 14 juta penonton tersebut. Film kedua besutan sutradara Kim Yong Hwa dilansir dari Soompi (14/8) sudah menembus angka 10,002,058 juta penonton di Korea dalam waktu 2 minggu. 

Tepatnya pada bulan ke delapan ini film Along With the Gods 2: The Last 49 Days atau Along With The Gods part II sudah mulai tayang di Korea Selatan sejak tanggal 1 Agustus 2018. Sementara i…

Isu SARA, Siap-Siap Media Sosial Akan Gaduh!

Pertarungan politik antara Jokowi dan Prabowo pada tahun 2014 lalu, akhirnya akan terulang kembali pada Pilpres tahun 2019 nanti. Hal ini dibuktikan saat keduanya resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon presiden. 

Tahun ini Joko Widodo dan Prabowo Subianto memberikan kejutan dalam menentukan sebuah keputusan politiknya. Seperti yang kita ketahui, akhirnya Jokowi resmi memilih Ma’Ruf Amin dan Prabowo resmi memilih Sandiaga Uno. Hal tersebut membuat pemberitaan di media ramai dan banyak pro-kontra atas keputusan tersebut.
Sebelum diputuskannya calon wakil presiden masing-masing, pada umumnya sosok yang digadang-gadang di mediaadalah sosok yang berbeda dengan hasil keputusan akhir. Nama yang muncul di pemberitaan media adalah Mahfud Md dan AHY, namun akhirnya nama-nama tersbut hanya muncul di permukaan saja.
“Pada Akhirnya Yang Digadang-Gadang, Akan Kalah Dengan Kepentingan Partai Politik”.
Kepentingan partai politik akhirnya menjadi penentu keputusan politik akhir dari Jokowi dan Prabow…