Melawan Konten Negatif dengan #InternetBaik


Di zaman yang serba digital ini, internet adalah sebuah kebutuhan pokok untuk sebagian besar orang. Kebutuhan dalam melengkapi kegiatan di kantor, sekolah sampai di rumah. Semua menjadi serba cepat menyambut internet yang semakin maju setiap harinya. Namun, akhir-akhir ini masih banyak orang yang tertarik untuk membuat konten negatif dan saling menyerang satu sama lain.

Konten negatif seperti ujaran kebencian (hate speech) dan hoaks di Indonesia semakin sering kita jumpai di berbagai media. Hal ini harus mulai dicegah dan diminimalisir sedini mungkin, karena akan berdampak munculnya konflik horizontal di kalangan masyarakat. Padahal belum tentu semua informasi yang kita lihat di internet tersebut adalah sebuah kebenaran.

Melawan konten negatif yang semakin menjamur di kalangan masyarakat, salah satunya dengan ikut serta menjadi bagian dari #internetbaik. Ikut dalam kampanye #internetbaik adalah sebuah dukungan untuk lebih menyebarluaskan konten positif #internetbaik.  Kampanye #internetbaik ini dapat menjadi sebuah dorongan bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar untuk lebih bijak menggunakan internet.

“Tidak semua informasi yang muncul ke permukaan adalah sebuah kebenaran.”

Dalam melihat konten negatif di internet, setidaknya kita jangan mudah percaya akan hal-hal yang belum jelas kebenaran dan sumbernya. Jangan sampai internet berdampak buruk bagi kehidupan sehari-hari dan menyebabkan perpecahan terhadap lingkungan sekitar.

Sebagai pengguna aktif sosial media yang sangat rentan akan konten negatif. Dalam akun media sosial pribadi masih ada teman-teman yang memang membuat konten negatif untuk sekedar iseng tetapi menjadi viral. Hal ini berdampak buruk bagi dirinya sendiri, seperti menjadi bahan omongan orang lain dan terkena komen-komen negatif dari netizen. Dengan adanya kampanye #internetbaik ini harus menjadi sebuah pola pikir bagi pengguna internet sebelum bertindak di dunia digital.

Narasi-narasi kebencian atau hoaks akan terus muncul di media sosial dalam kehidupan sehari-hari ataupun momen-momen penting. Bahkan akan muncul banyak buzzer. Hal ini akan terus berlangsung dan menjadi pupuk yang subur untuk netizen apabila ada kepercayaan yang tinggi tanpa mengetahui kebenaran. Oleh karena itu, netizen perlu menghadapi kebebasan internet dengan lebih cerdas. Tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang memiliki banyak tendensi ataupun pemberitaan tidak jelas asal-usulnya.

Dengan adanya gerakan #internetbaik dari CSR PT Telkomsel yang sudah mulai disuarakan sejak tahun 2017. Sebuah wadah untuk mencegah orang-orang terjun dalam lingkaran konten negatif di internet merupakan sebuah pondasi yang perlu dibangun bersama. Sebagai salah satu bentuk untuk terwujudnya masyarakat yang cerdas. Adapun tujuan dari #internetbaik diharapkan menjadi role model dan acuan pendidikan literasi digital di Indonesia, yang memiliki empat aspek utama sebagai berikut:

1. Kesadaran perilaku digital (Digital awareness and behavior)

2. Hak akses informasi digital (Digital right and netizenship)

3. Keselamatan digital (Digital safety)

4. Konten dan kreativitas digital (Digital content and creativity)

Kampanye #internetbaik ini pun bertujuan untuk menyadarkan masyarakat untuk selalu berpikir dan bertindak positif dalam dunia digital. Dengan begitu, akan membuat internet dipenuhi dengan konten-konten positif dan kreatif. Hal ini dapat dilakukan degan menyebarkan konten-konten berkualitas di media sosial pribadi. Memberikan komentar yang tidak menimbulkan ujuran-ujaran kebencian. Mengajak keluarga dan teman-teman untuk menjadi pengguna #internetbaik. Menahan diri dan dapat menyaring informasi terlebih dahulu, sebelum menyebarkannya ke publik. Memberikan komentar dengan bijaksana terhadap sebuah fenomena.

Mulai saat ini, perlu mengendalikan diri untuk berkomentar di media sosial dengan bijaksana, supaya tidak terjerat akan rantai konten negatif di internet.

#internetbaik untuk kemajuan bangsa!

Comments

Popular posts from this blog

Bayar Airbnb pakai Jenius

Jalan-Jalan ke Bangkok 2019 (Part 1 + Itinerary + Budget)

Jalan-Jalan ke Bangkok 2019 (Part 2: Museum Erawan, Wat Arun, Khao San, Platinum Mall dan Asiatique)